Mengelola Restoran Dengan Software PResto Bandung

Bagi anda yang masih awam terhadap masalah keuangan, teritama yang berada di daerah kota Bandung, berikut ini bisa dijadikan referensi dalam menentukan atau menganalisa biaya Investasi dalam berbisnis di bidang Cafe, restoran ataupun Rumah Makan.

Dalam manajemen keuangan sebuah usaha ada beberapa hal yang harus anda perhatikan secara umum. Yaitu : Laporan Arus Kas, Laporan Laba Rugi dan Neraca. Arus Kas merupakan laporan keuangan yang artinya laporan dana kas perusahaan yang tersedia. Atau bisa juga disebut pencatatan transaksi keuangan yang menggunakan uang tunai. Laporan laba rugi merupakan laporan yang memuat keuntungan perusahaan secara keseluruhan, tanpa melihat dana yang tersedia. Lap. Neraca merupakan laporan keuangan yang melihat keseimbangan asset usaha dengan kewajiban yang menjadi tanggungan.

Sebenarnya yang sangat kita perlukan disini adalah Bagaimana Mengelola Restoran di Bandung Dengan sebuah software. Nah, untuk software atau program yang pas untuk membantu memanajemen keuangan & pengelolaan resto, cafe atau bisnis kuliner anda alangkah lebih efisiennya apabila menggunakan software Bee PResto dari Bee accounting. Berikut adalah sedikit ulasan produk software restoran produksi dari bee accounting:

software resto cafe bee presto bandung

software restoren bee accounting bandung

Jika kita ingin memperhitungkan BEP ( Break Event Point ) atau Analisa Titik Impas dalam usaha, maka Analisa Laba Rugi yang harus kita lihat agar dapat menentukannya. Namun jika kita ingin menghitung tingkat pengembalian atas investasi kita (Return of Investment), maka kita harus memperhatikan Analisa Neraca Usaha.

Dalam laporan keuangan laba rugi, berikut ini pos – pos yang perlu diperhatikan :

  1. Pendapatan Penjualan
    Hasil pendapatan ini bisa berasal dari penjualan produk inti dari bisnis tersebut atau penjualan dari produk sampingan bisa juga dinamakan penjualan lain – lain. Contoh penjualan produk inti : Bisnis anda adalah Café, produk yang anda tawarkan adalah minuman dan makanan. Jika terjadi penjualan terhadap makanan dan minuman maka itu dimasukan dalam penjualan produk inti dari bisnis anda.
    Nahh.. yang dinamakan produk sampingan atau lain – lain adalah, jika café anda tersebut melakukan penjualan meja dan kursi ( untuk melakukan pembaharuan atau pergantian interior café ), maka hasil penjualan meja dan kursi itu dikatagorikan masuk penjualan sampingan. Atau anda melakukan kerjasama dengan perusahaan biodiesel untuk menjual minyak goreng bekas, hasil penjualan minyak goring bekas itu dimasukan dalam penjualan lain – lain atau dikatagorikan penjualan produk sampingan.
  1. HPP ( Harga Pokok Penjualan )
    Harga Pokok Penjualan bisa diartikan Biaya yang harus anda keluarkan sebelum produk tersebut dijual. Jika di Café, HPP yang ada perhitungkan pada umumnya adalah : pembelian minuman sachet, gula pasir, bahan baku ( bumbu dapur ), dll. Ini tergantungd ari jenis makanan atau minuman yang ingin di tawarkan.
  2. Biaya Operasional
    Biaya operasional menyangkut : Gaji karyawan, Biaya Overhead ( listrik dan air ), Biaya penyusutan, biaya dibayar dimuka / biaya sewa ( biasanya biaya sewa tempat ), Biaya Promosi atau iklan, biaya administrasi usaha ( nota-nota, kertas lainnya untuk usaha ).

 

Contoh Simple Format LAPORAN LABA RUGI periode 1 bulan

Pendapatan Usaha
1. Penjualan Minuman
2. Penjualan Makanan
3. Penjualan Merchandise
4. Penjualan Lain – Lain
TOTAL OMZET
HPP / Biaya Produksi
1. Pembelian Minuman Sachet
2. Pembelian Bumbu Dapur
3. Pembelian Es Krim
4. Pembelian Gelas Kemasan Plastik
5. Pembelian Merchandise
6. Pembelian Lain – lain.
TOTAL HPP
B.Op (Biaya Operasional)
1. Gaji Pegawai
2. Administrasi Usaha ( nota penjualan )
3. Biaya Sewa ( Sewa Bangunan )
4. Biaya Penyusutan ( Peralatan dan Mesin )
5. Biaya Pemeliharaan ( Bangunan, Meja, Kursi, Interior )
6. Biaya Iklan dan Promosi
7. Biaya Overhead ( Listrik, Air dan Telphone )
8. Biaya Langganan ( Majalah dan Internet )
Total Biaya Operasional
Laba Rugi Sebelum Pajak
Pajak Penghasilan
Laba Rugi Bersih Setelah Pajak

 

Perhitungan BEP
Pada umumnya orang mengatakan bahwa BEP adalah pencapaian titik nol ketika kita berinvestasi, sehingga diharapkan setelah titik nol tersebut kita dapat meraih keuntungan dari investasi kita. Dan dihitung berdasarkan waktu bulan atau tahun. Mis : dengan membuka usaha café kita memerlukan dana investasi Rp 50jt, dengan diproyeksikan rata – rata laba bersih per bulan Rp 5jt. Maka kita bisa menghasilkan BEP dalam waktu : 10 bulan.

Analisa Break Event Point :
Biaya Investasi yang dikeluarkan = …….. Bulan 
          Laba Bersih setelah pajak / Bulan

Untuk Pertanyaan Mengenai Software Akuntansi Restoran Bee PResto di Bandung Bisa Hubungi:

Bee Accounting Bandung

Jl. Kampus 1 no 32 Babakansari, Bandung

Bpk. Mukmin (089 98 1010 68

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s